Saatnya Serius Menata Gerakan Literasi di Sekolah

Senin, 31 Juli 2023 - 08:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

lingkaraksara.com – Ada keinginan besar untuk menciptakan masyarakat dan warga sekolah yang literat di Provinsi Lampung. Hanya saja seberapa besar kadar tekad itu dijalankan?

Gerakan Literasi Nasional (GLN) dicanangkan sejak 2016 oleh pemerintah pusat. Di dalamnya turut tercakup Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Lampung merespon gerakan ini melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 17 Tahun 2019 Tentang Peningkatan Budaya Literasi.

Tekad membudayakan gerakan literasi di sekolah itu direspon Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan membentuk satgas GLS berskala provinsi. Gayung bersambut, gerakan serupa diikuti pula di tiap kabupaten/kota.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, sudah ada program 15 menit membaca buku non teks bagi murid sebelum proses belajar dimulai. Sebelumnya juga sudah ada program sudut baca berupa pengadaan semacam perpustakaan mini di tiap kelas. Ditambah lagi, katanya, di tiap sekolah sudah memiliki perpustakaan.

Baca Juga :  Mendikbudristek: PPDB Sistem Zonasi Merepotkan dan Kita Selalu Kena Getahnya

Sederet program tersebut bila dipadu dengan keberadaan satgas GLS tentu akan menambah optimisme. Bahwa gerakan literasi di sekolah akan optimal. Tapi benarkah program-program tadi sudah diterapkan di sekolah?

Oh iya, terbetik kabar satgas GLS juga telah menghelat berbagai perlombaan literasi bagi warga sekolah. Akan lebih ideal bila sebelum digelar lomba setiap peserta sudah memperoleh pembekalan yang mumpuni.

Maksudnya agar karya yang diperlombakan merupakan hasil dari proses pembelajaran. Telah melewati pembiasaan. Bukan ujug-ujug digelar lomba demi menjalankan skedul program semata.

Tidak bisa tidak penanganan gerakan literasi di sekolah memang mesti dilakukan secara serius. Selain sudah ada Perda Nomor 17 Tahun 2019 yang merupakan perintah langsung bagi stakeholder terkait, ditambah lagi Indek Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Provinsi Lampung terbilang rendah dibanding provinsi lain.

Baca Juga :  Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Sebagai gambaran, berdasarkan hasil riset Indeks Literasi Nasional yang dihelat Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), IPLM Provinsi Lampung pada 2022 berada pada kisaran 59,99. Skor literasi ini jauh di bawah IPLM rata-rata secara nasional yang terpatri di angka 64,48.

Yang membikin lebih miris skor IPLM Lampung dari tahun ke tahun menunjukkan tren penurunan. Itu terlihat dari skor IPLM tahun 2021 berada diangka 60,90 yang kemudian melorot menjadi 59,99 pada 2022.

Apakah dengan gambaran memprihatinkan ini masih ada lagi alasan untuk tidak memberi perhatian serius terhadap literasi di sekolah? (*)

Penulis : Lingkar Aksara

Editor : Lingkar Aksara

Berita Terkait

Perpustakaan Bukan Sekadar Hiasan

Berita Terkait

Selasa, 15 Agustus 2023 - 14:51 WIB

Mingrum Gumay: Kepedulian Literasi di Sekolah Harus Konkrit

Rabu, 2 Agustus 2023 - 01:00 WIB

Enam Jenis Literasi Dasar

Rabu, 2 Agustus 2023 - 00:52 WIB

Arti Literasi dan Manfaatnya

Berita Terbaru

SL EDISI 26 OKTOBER 2023

E-Magazine

SL EDISI 26 OKTOBER 2023

Kamis, 2 Nov 2023 - 12:30 WIB

Cerpen

Perpusda Lampung Gelar Lomba Menulis Cerpen Tingkat SLTA

Kamis, 31 Agu 2023 - 19:09 WIB

Edukasi

Mingrum Gumay: Kepedulian Literasi di Sekolah Harus Konkrit

Selasa, 15 Agu 2023 - 14:51 WIB

Peserta ajang O2SN dari semua kotingen Kabupaten/Kota saat mengabadikan momen dengan panitia pertandingan cabor Karate, Rabu (9 Agustus 2023). Foto: Luki

Sport

Balam dan Lamtim Juarai Ajang O2SN Cabor Karate

Rabu, 9 Agu 2023 - 20:07 WIB

E-Magazine Lingkar Aksara Edisi Agustus 2023

E-Magazine

E-Magazine Budaya Literasi dan Lampung Mengaji

Rabu, 2 Agu 2023 - 06:46 WIB