Maman Suherman dan Petuah Iqra

Selasa, 1 Agustus 2023 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maman Suherman. Foto: Instagram @kangmaman1965

Maman Suherman. Foto: Instagram @kangmaman1965

Lingkaraksara.com – Maman Suherman adalah alumnus Jurusan Ilmu Kriminologi Universitas Indonesia yang sekarang lebih dikenal sebagai penulis buku dan pegiat literasi. Dalam menjalani kehidupannya pria kelahiran Makasar ini hanya bermodal Iqro; Bacalah.

Perjalanan karir Maman -lebih akrab disapa Kang Maman- dalam dunia jurnalistik terbilang panjang. Ada berbagai media massa yang pernah dinakhodainya. Dia juga sempat berkecimpung mengelola rumah produksi dan biro iklan.

Namun semua itu praktis sudah ditinggalkannya. Kang Maman selanjutnya menambatkan kiprah di bidang tulis menulis. Dia juga dikenal aktif sebagai pegiat literasi. Membagi-bagikan buku untuk banyak perpustakaan menjadi rutinitasnya selain menulis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak pelak sudah ada setumpuk karya buku yang dihasilkannya. Seperti buku Matahati, Bokis 1 Kisah Gelap Dunia Seleb, Bokis 2 Potret Para Pesohor, Re , dan buku berjudul Notulen Cakeppp.

Lalu ada pula karya tulisnya berjudul Virus Akal Bulus, Notulen Cakeppp 2, 99 Mutiara Hijabers, juga peRempuan. Salah satu buku terbaru karyanya yang terkenal adalah Bahagia Bersama yang terbit tahun 2021.

Baca Juga :  Menyusuri Jejak Sapardi Djoko Damono

Tapi siapa nyana kalau perjalanan panjang itu dilaluinya hanya dengan bermodal firman pertama Allah yakni Iqro. “Itu wasiat dari almarhum ayah saya,” ungkapnya kepada DanielManantaNetwork, belum lama ini.

Apa pula maksudnya itu? Dikisahkan Kang Maman, perjalanan kepenulisannya tidak terlepas dari pengalamannya bersama ayahnya dimasa lampau.

Ketika masih berusia 3 tahun, dia kerap mendapati ayahnya yang seorang tentara selalu membaca koran setiap kali pulang kerja. Anehnya, ayah membaca koran tidak di dalam hati. Tapi diucapkan dengan cara mengeja. Dan itu dilakukan di dekatnya.

Kebiasaan ini terus berlangsung dari hari ke hari. Lama kelamaan Maman kecil mulai terbiasa mendengarkannya. Tak heran kalau kemudian dia pun bisa membaca. Awalnya masih mengeja terbata-taba. Lama kelamaan menjadi lancar.

Mendapati kemajuannya dalam membaca membuat ayah senang. Sampai kemudian meluncur ucapan ‘sakti’ yang terus dikenang Kang Maman.

“Ayah saya waktu itu bilang, kalau kamu berpegang pada firman pertama Allah, kamu enggak bakal kelaparan,” ucapnya menirukan petuah ayah.

Baca Juga :  Menyusuri Jejak Sapardi Djoko Damono

Sejak itu, Kang Maman melanjutkan ceritanya, terjadi perubahan. Setiap pulang kerja ayah tidak lagi membaca koran. Tapi koran yang dibawanya dari kantor justru diberikan kepadanya. “Saya disuruh membacakan koran. Ayah duduk istirahat sambil mendengarkan saya membaca berita,” tuturnya.

Selesai membaca banyak berita, ayah lalu memberi sekeping uang logam kepadanya. “Buat kamu. Benarkan, kalau pandai baca kita tidak kelaparan,” ucap Kang Maman sambil kembali menirukan perkataan ayahnya.

Peristiwa kecil namun membekas itu tak sekadar diingat olehnya. Tapi benar-benar diterapkan. “Sampai hari ini saya telah melewati berbagai kegiatan dan itu semua ada kaitannya dengan membaca.

Memang benar ucapan ayah saya. Dari kegiatan membaca dan menulis, saya tidak kelaparan. Bahkan bisa menjadikannya sebagai pekerjaan yang menopang kehidupan saya dan keluarga,” kata Kang Maman seraya mengulas senyum. (*)

Penulis : Lingkar Aksara

Editor : Lingkar Aksara

Berita Terkait

Menyusuri Jejak Sapardi Djoko Damono

Berita Terkait

Selasa, 15 Agustus 2023 - 14:51 WIB

Mingrum Gumay: Kepedulian Literasi di Sekolah Harus Konkrit

Rabu, 2 Agustus 2023 - 01:00 WIB

Enam Jenis Literasi Dasar

Rabu, 2 Agustus 2023 - 00:52 WIB

Arti Literasi dan Manfaatnya

Berita Terbaru

SL EDISI 26 OKTOBER 2023

E-Magazine

SL EDISI 26 OKTOBER 2023

Kamis, 2 Nov 2023 - 12:30 WIB

Cerpen

Perpusda Lampung Gelar Lomba Menulis Cerpen Tingkat SLTA

Kamis, 31 Agu 2023 - 19:09 WIB

Edukasi

Mingrum Gumay: Kepedulian Literasi di Sekolah Harus Konkrit

Selasa, 15 Agu 2023 - 14:51 WIB

Peserta ajang O2SN dari semua kotingen Kabupaten/Kota saat mengabadikan momen dengan panitia pertandingan cabor Karate, Rabu (9 Agustus 2023). Foto: Luki

Sport

Balam dan Lamtim Juarai Ajang O2SN Cabor Karate

Rabu, 9 Agu 2023 - 20:07 WIB

E-Magazine Lingkar Aksara Edisi Agustus 2023

E-Magazine

E-Magazine Budaya Literasi dan Lampung Mengaji

Rabu, 2 Agu 2023 - 06:46 WIB